Bismillahirrohmanirrohim... “Dan apabila aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’araa’: 80)
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 25 Maret 2015
MATI SYAHID DI DALAM ISLAM
jenis-jenis mati syahid, cara mati syahid, mati saat jihad, orang yang mati syahid
Imam Nawawiy dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, bahwa syahiid itu terbagi menjadi tiga macam.
Pertama, syahid dunia dan akherat
yaitu, orang yang gugur di dalam peperangan melawan kaum kafir disebabkan karena terbunuh. Orang semacam ini dihukumi sebagai syuhada’ yang akan memperoleh pahala di akherat dan dihukumi syahid dunia, yakni jenazahnya tidak dimandikan dan disholatkan. Ia dikuburkan bersama dengan pakaian dan darah yang melekat di badannya.
Adapun kemuliaan mati syahid seperti dijelaskan dalam Al Qur'an dan Al Hadist adalah sebagai berikut,
Imam Nawawiy dalam kitab Syarah Shahih Muslim menyatakan, bahwa syahiid itu terbagi menjadi tiga macam.
Pertama, syahid dunia dan akherat
yaitu, orang yang gugur di dalam peperangan melawan kaum kafir disebabkan karena terbunuh. Orang semacam ini dihukumi sebagai syuhada’ yang akan memperoleh pahala di akherat dan dihukumi syahid dunia, yakni jenazahnya tidak dimandikan dan disholatkan. Ia dikuburkan bersama dengan pakaian dan darah yang melekat di badannya.
Adapun kemuliaan mati syahid seperti dijelaskan dalam Al Qur'an dan Al Hadist adalah sebagai berikut,
Selasa, 13 Januari 2015
Amalan Surga
1. Berdzikir Kepada Allah Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Ada dua kalimat yang ringan bagi lisan, berat dalam mizan dan dicintai ar-Rahmaan: سبحان الله وبحمده (Maha Suci Allah dan dengan pujian-Nya kami memuji) سبحان الله العظيم (Maha Suci Allah Dzat Yang Maha Agung).” (HR Bukhari dan Muslim)
Rasulullah bersabda, “Saya membaca: سبحان الله والحمد لله وﻻ إله إﻻ الله والله اكبر, sungguh aku lebih cintai daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim no 2695 dan at-Tirmidzi)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda,“Tidaklah seorang manusia mengamalkan satu amalan yang dapat menyelamatkannya dari adzab Allah melainkan dzikir kepada Allah.” (HR ath-Thabrani dengan sanad yang hasan dan al-Allamah Ibnu Baz menjadikannya hujjah dalam kitab Tuhfah al-Akhyaar)
2. Meridhai Allah, Islam dan Rasul-Nya. Rasulullah bersabda,“Tidaklah seorang hamba muslim mengucapkan pada saat dia memasuki waktu pagi dan memasuki waktu petang: رضيت بالله ربا وبالإسﻻم دينا وبمحمد نبيا (aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku)’ sebanyak tiga kali, melainkan merupakan hak bagi Allah untuk meridhainya pada hari kiamat kelak.” (HR Ahmad dan dihasankan oleh al-Allamah Ibnu Baz dalam kitab Tuhfah al-Akhyaar)
3. Menuntut Ilmu Syar’i Rasulullah bersabda, “Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR Muslim no 2699)
4. Menahan Marah Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan para makhluk sampai Allah memilihkan untuknya bidadari-bidadari yang dia suka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan disepakati oleh Syaikh al-Albani)
5. Membaca Ayat Kursi Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang dapat menghalanginya untuk masuk surga kecuali jika dia mati.” (HR an-Nasaa’i dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Maksudnya adalah jika dia mati, dia akan masuk surga dengan rahmat dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla.
6. Menyingkirkan Gangguan di Jalan Rasulullah bersabda,“Sungguh aku telah melihat seorang lelaki mondar-mandir di dalam surga dikarenakan sebuah pohon yang dia tebang dari tengah jalan yang selalu mengganggu manusia” (HR. Muslim)
Rasulullah bersabda,“Ada seorang lelaki berjalan melewati ranting pohon yang ada di tengah jalan, lalu dia berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan singkirkan ranting ini dari kaum muslimin agar tidak menganggu mereka.’ Maka dia pun dimasukkan ke dalam surga.” (HR Muslim)
7. Membela Kehormatan Saudaranya di Saat Ketidakhadirannya Rasulullah bersabda,“Barangsiapa membela harga diri saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan memalingkan wajahnya dari api neraka.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Dalam hadits lain bersabda,
مَنْ وَقَاهُ اللهُ شَرَّ مَا بَيْنَ لَحيَيْهِ وَ شَرَّ مَا بَيْنَ رِجْلَيْنِ دَخَلَ الجَنَّةَ
Barangsiapa yang Allah lindungi dari keburukan apa yang ada di antara kedua rahangnya (yaitu mulut) dan keburukan yang ada di antara dua pahanya (yaitu kemaluannya), niscaya dia akan masuk surga.” (Dihasankan oleh Imam at-Tirmidzi dan disepakati oleh Syaikh al-Albani)
8. Menjauhi Debat Kusir Walaupun Benar. Sabda Rasulullah,“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR Abu Dawud dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)
9. Berwudhu’ Lalu Shalat Dua Raka’at Rasulullah bersabda,”Tidaklah seorang muslim berwudhu’ lalu dia baguskan wudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua raka’at dengan menghadapkan hatinya dan wajahnya pada kedua raka’at itu, melainkan surga wajib baginya.” (HR Muslim)
10. Pergi Shalat ke Masjid Rasulullah bersabda, “Berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di dalam kegelapan untuk menuju masjid, mereka akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR Abu Dawud dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang pergi ke masjid atau pulang dari masjid, niscaya Allah akan persiapkan baginya nuzul di dalam surga setiap kali dia pergi dan pulang.” (HR Bukhari dan Muslim)
Rujukan: -Nayef bin Mamduh Alu Su’ud, 175 Jalan Menuju Surga -Yusuf bin Abdullah bin Yusuf al-Wabil, Tanda-Tanda hari Kiamat
Jumat, 28 November 2014
DEPARTEMEN KAJIAN KEDOKTERAN ISLAM DAN ADVOKASI
DEWAN EKSEKUTIF PUSAT
FORUM UKHUWAH LEMBAGA DAKWAH FAKULTAS KEDOKTERAN INDONESIA
Sekretariat : Forum Studi Islam Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Jalan Salemba No 6 Jakarta
Home page: http://www.medicalzone.org Email: sekumfuldfk@yahoo.com
DAMPAK TIDUR DALAM PENINGKATAN IMUNITAS
Oleh Husni F Ramdan, AD Ikram Hasanudin, Agil Dananjaya, AP Vindasari, Farah Azizah, Leny Mutia Marta, Mutia Lailani, Rifai Alamsyah, Rika Haeriyah, Risqon Nafiah, Vekky T Novanda.
Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi Dewan Eksekutif Pusat. Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia.
Label:
Islam,
Kedokteran,
Materi
Kamis, 27 November 2014
Tak Sekedar Memilih Istri tapi Teman Seperjuangan...
“ Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. Ar Ruum : 21)
Allah telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Termasuk bagi seorang pria, hidup akan terasa lebih lengkap jika ia telah menemukan pasangannya, yaitu seorang wanita. Ibarat sebuah gambar puzzle, tidak akan telihat indah jika kita belum menemukan potongan puzzle terakhir untuk melengkapinya. Bahkan Allah menetapkan bahwa salah satu syarat sempurnanya iman adalah melalui pernikahan dua pasang insan.
Jumat, 24 Oktober 2014
Bagaimana Cara Shalat Tahajud?
Maksud Shalat Tahajud
Shalat malam (qiyamul lail) biasa disebut juga dengan shalat tahajud. Mayoritas pakar fiqih mengatakan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan di malam hari secara umum setelah bangun tidur.1
Keutamaan Shalat Tahajud
Pertama: Shalat tahajud adalah sifat orang bertakwa dan calon penghuni surga.
Label:
Ibadah,
Islam,
Tips dan Trik
Minggu, 30 Maret 2014
Mengapa Muhammad SAW banyak pengikut?
Sampai saat ini ajaran Muhammad SAW telah diikuti ratusan juta orang bahkan milyaran dan terus bertambah. Apa yang mereka kagumi sehingga mengikuti seorang Muhammad?
1. Berasal dari Keluarga Sederhana
1. Berasal dari Keluarga Sederhana
Nabi Muhammad SAW diketahui berasal dari keluarga
sederhana dan buta huruf. Ini artinya Nabi Muhammad SAW memulai perjuanganya
benar-benar dari nol. Sebagian besar orang-orang yang berpengaruh dalam dunia,
lahir di pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran
politik bangsa. Namun Nabi Muhammad SAW lahir di tempat yang merupakan daerah paling
terbelakang di dunia saat itu, jauh dari pusat perdagangan, seni, maupun ilmu
pengetahuan. Dengan kesederhanaanya itu tentu Muhammad bukan tipe orang yang
menggunakan kekuasaannya untuk mendapat pengikut. Namun mereka melihat dari
mulianya perkataan dan perbuatan beliau.
Label:
Islam
Selasa, 22 Oktober 2013
Dialog Iblis Dan Rasulullah s.a.w –Iblis Musuh Yang Nyata
Dari Muadz bin Jabal, dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Lalu Saidina Umar bin Khattab berkata:“Izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah.” Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Selasa, 20 Agustus 2013
I'm Moslem and I'm not a terorrist! (part 2)
"Seribu kali kebohongan maka hasilnya adalah kebenaran”, pepatah ini tepat untuk menjelaskan upaya-upaya sebagian orang untuk mendaur ulang pengertian jihad. Jihad selalu didekatkan dengan tindakan terorisme, jihad sama dengan tindakan kekerasan, jihad identik dengan usaha merusak tanpa pandang bulu.Ada juga jihad dengan arti usaha keseharian mencari nafkah dengan sungguh-sungguh juga termasuk jihad, jihad melawan korupsi, jihad dalam menuntut ilmu, bekerja keras, disiplin, mengekang hawa nafsu dan makna-makna lain yang menyimpang dari makna hakikinya (syara’).
Minggu, 21 Juli 2013
I'm Moslem an I'm not a Terorrist (part 1)
Akhir-akhir ini umat islam sering dikait-kaitkan dengan teroris. Dunia anti islam menganggap islam itu agama yang cinta kekerasan, tidak menghargai HAM, menggunakan segala cara untuk membunuh semua orang yang dianggap umat islam "KAFIR". Banyak sekarang media barat yang memberitakan dengan bom bunuh diri, pemberontakan bersenjata, serangan terhadap pasukan pemerintah, dan pasti pikiran mereka segera meluncur ke umat muslim radikalis. Entah, itu sudah diarahkan oleh media atau memang pikiran kita sudah terpengaruh dari lingkungan sekitar bahwa "Islam itu sarang teroris".
Selasa, 16 Juli 2013
Keutamaan Sholat Berjamaah di Masjid
“Suatu ketika datanglah seorang laki-laki buta kepada Rasulullah saw dengan tujuan untuk meminta keringanan dalam sholat berjamaah karena kebutaan yang ada pada dirinya. Lelaki yang buta tersebut berkata kepada Rasulullah saw, "Wahai Rasulullah, aku adalah seorang yang buta, tidak ada seorang penuntun yang dapat menuntunku ke Masjid, maka bolehkah aku tidak sholat dengan berjamaah dan cukup bagiku sholat di rumah saja?" Seketika Rasulullah saw memberi keringanan kepada lelaki tersebut sebagaimana yang ia pinta, namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah saw memanggilnya kembali dan bertanya kepadanya, "Apakah kamu mendengar adzan panggilan sholat?" Orang buta itu menjawab, "Ya". Maka Rasulullah saw pun bersabda, "Kalau begitu, sambutlah (berangkatlah sholat berjamaah)" (HR. Muslim).
Sabtu, 13 Juli 2013
Bahagia Dunia dan Bahagia Akhirat
Rasulullah bersabda “Bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan-akan kamu mati besok” (HR. Ibnu “Asakir)
Sebuah kalimat sederhana, yang bahkan sudah ada sejak beratus tahun yang lalu. Walaupun sederhana namun punya makna yang tak sesederhana itu. Ya, Nabi Muhammad kita selain seorang rasul, negarawan, pengadil, pedagang, cendikiawan juga seorang motivator. Apa yang diajarkan beliau melalui kalimat ini?
Sebuah kalimat sederhana, yang bahkan sudah ada sejak beratus tahun yang lalu. Walaupun sederhana namun punya makna yang tak sesederhana itu. Ya, Nabi Muhammad kita selain seorang rasul, negarawan, pengadil, pedagang, cendikiawan juga seorang motivator. Apa yang diajarkan beliau melalui kalimat ini?
Tokoh Kedokteran Muslim
Islam pernah mengalami masa kejayaan. Di sana terdapat ahli agama, imuan-ilmuan, dokter, peneliti, dan orang cerdas lainnya. Mereka bahu membahu membangun peradaban islam yang sangat pesat, bahkan menjadi bahan rujukan masyarakat Eropa pada saat itu. Ilmu mereka sangat berguna dan sebagian masih dipakai sampai saat ini. Namun apresiasi dari masyarakat dunia bahkan masyarakat muslim sendiri masih kurang. Kebanyakan yang banyak muncul di buku sejarah adalah tokoh non-muslim Eropa sebagai penemu-penemu. Padahal muslim sendiri memiliki tokoh yang tak kalah hebat. Salah satunya di bidang kedokteran yang diakui dunia saat itu. Siapa sajakah mereka?
Label:
Islam,
Kedokteran
Langganan:
Postingan (Atom)







